Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Okikha, Berangkat Dari Aspirasi Murni Masyarakat Adat

Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Okikha, Berangkat Dari Aspirasi Murni Masyarakat Adat

Posted by H on Selasa, 25 November 2014

Dengan semakin maraknya isu-isu pemekaran didaerah ini, Musa Mabel selaku Ketua Tim Pembentukan Daerah Otonom baru Kabupaten Okika, menghimbau kepada masyarakat di Wilayah Okika yang sementara ini aspirasinya sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, agar jangan terpengaruh dengan isu-isu yang dikembangkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Siapapun jangan mengadu domba masyarakat okikha dan masyarakat Okika juga jangan mau diadudomba oleh oknum-oknum tertentu. Kata Musa Mabel, yang penting diingat adalah tetap menjaga keamanan dan ketentraman ditengah-tengah masyarakat, karena tekad masyarakat telah bulat, yang membuat satu pernyataan sikap keputusan lembaga musyawarah adat dari masing-masing 6 distrik untuk pembentukan daerah otonom Kabupaten okikha yang berangkat dari aspirasi murni dari masyarakat adat. Oleh karena jadi tidaknya pembentukan Otonom Baru Kabupaten Okika sangat ditentukan oleh seluruh masyarakat adat wilayah Okika itu sendiri. Musa Mabel juga menghimbau kepada masyarakat Okika agar bersama-sama memberikan dukungan terhadap pergeseran Kabupaten Jayawijaya ke wilayah Muliama serta pembentukan kota Madya Lembah Baliem, karena hal ini semuanya untuk kepentingan masyarakat Jayawijaya dan pada umumnya kepentingan masyarakat Pegunungan Tengah. Karena itu, jangan ada saling membenci, satu sama lain, tetapi berpikirlah untuk tetap satu untuk semua dan semua untuk satu demi kepentingan kemajuan wilayah Pegunungan Tengah Papua. Lebih jauh Musa Mabel berujar, syarat pembentukan daerah, baik daerah otonom Kabupaten, maupun Kota Madya dan Pemekaran Propinsi sudah diatur dalam undang-undang nomor 32 tahun 2004 dan juga peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2007.

SHARE :
CB Blogger

2 komentar

Ade Wamena 11 Oktober 2016 pukul 03.39

Yg ada saja tra bisa buat maju, lalu yg baru lg, hanya datangkan pekerja luar, jadi tra usah mengeluh OAP punah, OAP banyak nanggur, OAP banyak matinya. terima saja resiko dari pemekaran baru.

Unknown 11 November 2016 pukul 01.55

Kritik oto kritik, bukan penyebab okikha,tetapi patriarki kaum rasisme,banyak belajar #sodara aDe WaMeNa

Posting Komentar

Popular Posts

 
Copyright © 2015 H. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger