Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Pilkada

Pilkada

About

Dukun Penolakan Penempatan Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan



Wamena, hubulamanews.blogpost.com – Forum Peduli Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, mendesak para pemangku kepentingan di Kabupaten Jayawijaya dan Wilayah adat Lapago segera melakukan mediasi masalah lokasi kantor. 

Forum Peduli Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan meminta pemerintah memediasi pihak yang pro dan kontra tentang lokasi pembangunan kantor gubernur Provinsi Papua Pegunungan  di Wilayah distrik Wouma dan Walesi Kabupaten Jayawijaya.

Tanah di Wio adalah yang tersisa milik suku Wio Mukoko mohon jangan di rampas lagi.

Demikian disampaikan Forum Peduli Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan melalui rilis yang disampaikan kepada redaksi hubulamanews.blogpost.com, sabtu (17/06/2023).

Rilis tersebut disampaikan menyusul polemik lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua Pegunungan di Wamena. Hingga kini belum ada mediasi yang dilakukan sementara polemik semakin meningkat akibat pro kontra lokasi pembangunan kantor.

Forum PPPPP meminta kepada Asosiasi Bupati Papua Pegunungan Wilayah Adat Lapago dan tokoh-tokoh intelektual Lapago serta tim pemekaran provinsi Papua Pegunungan, lembaga-lembaga pemerintahan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif serta mitra pemerintah lainnya segera melakukan mediasi.

“Pemangku kepentingan di wilayah adat Lapago segera duduk bersama membahas pro kontra pelepasan tanah adat distrik Wouma dan Welesi agar tidak berkembang menjadi masalah baru yang bisa menimbulkan konflik sesama masyarakat” Kata Kordinator FPPPP.

Selain itu, Forum juga meminta Pemda Jayawijaya sebagai Ibukota DOB Papua Pegunungan untuk bisa memfasilitasi para bupati se Provinsi Papua Pegunungan dan tim DOB  dalam melakukan mediasi dimaksud.

“Para bupati Papua Pegunungan jangan membisu terhadap gejolak yang terjadi di masyarakat Wouma dan Walesi, sebab narasi pro kontra ini terlahir disebabkan oleh kehadiran rencana pembangunan pusat pemerintahan provinsi PP di wilayah adat masyarakat Wouma dan Walesi” Katanya.(*)


Oleh: Fransiskus Hubi / Kordinator FPPPP*



Kehadiran kamar mandi tidak hanya dibutuhkan di dalam rumah

Kehadiran kamar mandi tidak hanya dibutuhkan di dalam rumah, juga di lokasi proyek pembangunan gedung dan infrastruktur, fasilitas umum, serta daerah-daerah terpencil.

Kehadiran kamar mandi prefabrikasi tampaknya bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan ini. Selain murah dan bisa menghemat ongkos konstruksi, juga minim tenaga kerja sebesar 60 persen dibanding kamar mandi konvensional.

Namun, apa itu kamar mandi prefabrikasi?

Pada dasarnya, kamar mandi prefabrikasi tidak jauh berbeda dari rumah atau bangunan prefabrikasi. Rumah prefabrikasi, atau yang juga sering disebut prefab home, dirakit dari bagian-bagian yang sudah dibuat atau dicetak di luar lokasi pembangunan. Begitu juga dengan kamar mandi prefabrikasi.

Building and Construction Authority (BCA) Singapura sudah dua tahun ini mengenalkan unit kamar mandi prefabrikasi atau prefabricated bathroom unit (PBU). Setiap PBU ini dibangun dengan menggunakan metode instalasi kering. Pada dasarnya, bagian-bagian PBU sudah dibuat di pabrik, untuk kemudian dirakit di lokasi proyek.

Dalam penjelasan yang diedarkan BCA Singapura disebutkan, PBU relatif lebih unggul jika dibandingkan dengan kamar-kamar mandi konvensional. Pembangunan kamar mandi konvensional memerlukan lapisan batu bata, plester, pelapisan anti air, pemasangan keran dan saluran air, pemasangan aliran listrik, pengecatan, pemasangan keramik, juga jendela, pintu, dan perangkat lainnya.

Sementara, PBU jauh lebih hemat waktu karena tidak membutuhkan pemasangan batu bata dan berbagai perangkat lainnya. BCA Singapura menyebutkan, pembangunan setiap PBU hanya membutuhkan waktu setengah hari. Pembangunannya pun tidak membutuhkan pekerja berkeahlian khusus. Padahal, setiap unitnya dijamin telah melewati kontrol kualitas di pabrik, dan dibuat dari berbagai material yang bisa dipilih oleh pemilik rumah.

Meski praktis, PBU tidak tampak seperti kamar mandi "darurat". PBU bisa dibangun dengan menggunakan lantai dan dinding beton atau lantai beton dan dinding besi. Jika dalam penggunaan PBU mengalami kerusakan, tampilan keramik di dinding PBU juga bisa diperbaiki.

Festival Budaya Lembah Baliem 2016 - Video Profile 2

SILAHTURAHMI KEPALA SUKU LEMBAH BALIM WAMENA PAPUA

Kepala Suku Lembah Baliem Wamena Papua Bpk. Dimpik Dominikus Mabel bersama Mayjen TNI Asrobudi Direktur Pemantapan Semangat Bela Negara, Di kantor LEMHANAS RI Jakarta hari kamis 18/10/2016).   



Unik karena baru pertama kali Lemhanas RI mendapat kunjungan khusus dari tokoh masyarakat ujung timur Indonesia yaitu; Kepala Suku Besar Lembah Baliem Wamena Papua Bpk.Dimpik Dominikus Mabel datang Bersilahturahmi Kepada Direktur Pemantapan Semangat Bela Negara, Mayjen TNI Asrobudi Di kantor Lemhanas RI lantai 3 tepat pukul 11.30 WIB Jakarta hari kamis 18/10/2016.


Pada siang itu, hari kamis 18/10 Direktorat Pemantapan Semangat Bela Negara,di sela-sela kesibukan dalam persiapan kegiatan pelatihan Nilai-nilai kebangsaan di Jayapura papua tanggal, 22-30 Agustus 2016 tiba-tiba ada Kedatangan tamu khusus dari daerah yaitu; Bpk.Kepala Suku Lembah Baliem Wamena Papua Bpk.Dimpik Dominikus Mabel langsung disambut dan di terima oleh Direktur Pemantapan Semangat Bela Negara Mayjen TNI Asrobudi bersama seluruh staff di kantornya dan menyampaikan selamat datang Di Lemhanas RI. Sebelum membicara tujuan kedatangan Bpk.Kepala Suku, Mayjen TNI Asrobudi, mengajak makan siang bersama dengan
seluruh staff. Sehabis makan siang Mayjen TNI Asrobudi mengajak Bpk.Kepala suku untuk membicara hal-hal penting dan Bpk.Kepala Suku menyampaikan beberapa pokok penting diantaranya;
1.    Tentang situasi sosial, politik, dan keamanan di lembah baliem wamena papua kadang-kadang kurang kondusif dan tidak aman terhadap masyarakat,
2.    Perlunya penerapan nilai-nilai kebangsaan di lembah baliem wamena papua sesuai dengan nilai-nilai adat-istiadat lembah baliem wamena papua,
3.    Perlunya memberikan pemahaman tentang peranan seorang kepala suku di negara ini dengan baik karena orang papua banyak yang menjebut diri sebagai kepala suku dari papua tapi banyak yang tidak berpihak kepada rakyat papua, 
4.    Pemerintah pusat hendaknya memberika perhatian khusus kepada putra / putri dari lembah baliem wamena papua  dapat berkerja di lembaga-lembaga negara di Jakarta, sehingga ada keseimbangan dalam Ke-Bhinekaan. 

Kemudian, Mayjen TNI Asrobudi, menerima semua masukan dari Bpk.Kepala suku kemudian, Mayjen TNI Asrobudi, menekankan perlunya keutuhan NKRI dari Sabang Sampai Merauke serta kedepan Lemhanas akan terus bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat khususnya dari Papua dalam pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

 Disamping itu, Bpk.Kepala Suku memberikan apresiasi dan penghargaan yang besar kepada Mayjen TNI Asrobudi, yang pernah menjabat Danrem 062 Garut Jawa Barat dan sekarang sedang menempuh Pendidikan Di Universitas Indonesia ini, 

karena sosok Jenderal yang merakyat dan melayani serta Disiplin, dan tegas karena seperti kebutuhan Bpk.Kepala Suku untuk di buatkan surat di bantu dan di kerjakan langsung oleh Mayjen TNI Asrobudi di ruangannya. 



(Mabel Anggota MENWA Kompi BS  UNJANI Cimahi Bandung)
 





Popular Posts

 
Copyright © 2015 H. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger