Pada
Tgl 11 Juli 1945 Dalam Pidatonya, Mohamad Hatta Menolak Dengan Tegas Tanah
Papua Menjadi Bagian Dari Wilayah Indonesia.
Alasan
Hatta Adalah Etnis Dan Kebudayaan ( Suku Papua, Merupakan Melanesia ) Sangat
Berbeda Dengan Suku Bangsa Melayu Di Pulau-Pulau Lain Yang Akan Menjadi Bagian
Dari Negara Yang Akan Di Merdekakan. Pendapat Hatta Ini Melahirkan Banjirnya
Pelbagai Pendapat Dan Tanggapan Pada Kedua Tanggal 11 Juni 1945. Penyatuan Atau
Penolakan Malaya,Borneo Dan Timor-Timur Lebih Gampang Diambil Kesepakatan Bahwa
Akan Dilepaskan Dari Pada Tentang Papua Menjadi Perdebatan Sengit. Soekarno Mati-Matian
Mempertahankan Papua Sebagai Bagian Dari Wilayah Indonesia Yang Akan
Dimerdekakan Dengan Alas An Sejarah Dan Geopolitik. Karena Belum Mencapai Kata
Sepakat, Diadakanlah Voting Dari 66 BPUPKI Yang Hadir. Beberapa Argumentasi Mohamad
Hatta Pada Tanggal 11 Juli 1945 Adalah Sbb:
1.
Hatta
Menolak Pendapat Moh. Yamin Bahwa Bangsa Papua Secara Etnologis Termasuk Bangsa
Indonesia. Hatta Berpendapat Bahwa Bangsa Papua Adalah Bangsa Melanesia.
2.
Untuk
Menentukan Wilayah Indonesia Yang Dimerdekakan, Hatta Menolak Dengan Tegas
Memasukan Papua Dalam Negara Merdeka Yang Akan Dibentuk. Hatta Mengatakan:
“
Saya Sendiri Ingin Menyatakan Bahwa Papua Sama Sekali Saya Tidak Pusingkan, Bisa
Diserahkan Kepada Bangsa Papua Sendiri. Saya Mengakui Bahwa Bangsa Papua Juga
Berhak Menjadi Bangsa Yang Merdeka, Akan Tetapi Bangsa Indonesia Buat Sebentara
Waktu, Yaitu Dalam Beberapa Puluh Tahun, Belum Sanggup, Belum Mempunyai Tenaga
Cukup, Untuk Mendidik Bangsa Papua Sehingga Menjadi Bangsa Yang Merdeka.
3.
Hatta
Dalam Membantah Pandangan Abdul Kaffar Yang Berpendapat Bahwa Perebutan Papua
Dengan Tumpahan Darah Untuk Mengusir Imperialisme Barat, Ia Menegaskan”
Janganlah Kita Memikirkan Diri Kita Sendiri, Tentara Nippon Mengusir
Imperialisme Di Papua, Salomo, Dan Daerah Lain Dengan Tumpah Darah.” Hatta Kemudian
Menandaskan “ Tuntutan Kita Dulu Tidak Lebih Dari Pada Indonesia Atau Dari Pada
Hindia Belanda Dulu. Ketika Duduk Dalam Perhimpunan Indonesia, Saya Sendiri Mau
Mengurangi Daerah Itu.
4.
Hatta
Menegaskan:” Bagian Papua, Saya Serahkan Kepada Orang Lain. Akan Tetapi
Pemerintah Nippon Memberikan Papua Yang Dulu Di Bawa Pemerintah Belanda Kepada Indonesia,
Saya Tidak Keberatan, Hanya Saya Tidak Menuntutnya Dan Kalau Sekiranya Bagian
Papua Itu Ditukar-Tukar Dengan Borneo Utara, Saya Tidak Berkeberatan, Malah
Bersyukur,Karena,Seperti Saya Katakana Dahulu, Saya Tidak Minta Lebih Daripada
Tanah Air Indonesia Yang Dulu Dijajah Oleh Belanda, Tetapi Kalau Ditukar Memang
Merupakan Satu Kebetulan.
5.
Menurut
Hatta Tanah Papua Bukan Hak Kita Otomatis, Tetapi Harus Diserahkan Penguasa
Saat Itu, Yakni Nippon. Hatta Menegaskan Lagi; “ Bagi Saya Sendiri Tidak Ada
Keberatan, Kalau Tanah Papua Diberikan Kepada Kita”
6.
Pada
Akhir Menjelang Voting, Hatta Melakukan Interupsi Dan Menegaskan Bahwa Batas
Wilayah Negara Indonesia Adalah, Hindia Belanda Dahulu Ditambah Malaka Dipotong
Papua.
Posting Komentar