Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » Pada Tgl 11 Juli 1945 Dalam Pidatonya, Mohamad Hatta Menolak Dengan Tegas Tanah Papua Menjadi Bagian Dari Wilayah Indonesia.

Pada Tgl 11 Juli 1945 Dalam Pidatonya, Mohamad Hatta Menolak Dengan Tegas Tanah Papua Menjadi Bagian Dari Wilayah Indonesia.

Posted by H on Senin, 03 November 2014


Pada Tgl 11 Juli 1945 Dalam Pidatonya, Mohamad Hatta Menolak Dengan Tegas Tanah Papua Menjadi Bagian Dari Wilayah Indonesia.
Alasan Hatta Adalah Etnis Dan Kebudayaan ( Suku Papua, Merupakan Melanesia ) Sangat Berbeda Dengan Suku Bangsa Melayu Di Pulau-Pulau Lain Yang Akan Menjadi Bagian Dari Negara Yang Akan Di Merdekakan. Pendapat Hatta Ini Melahirkan Banjirnya Pelbagai Pendapat Dan Tanggapan Pada Kedua Tanggal 11 Juni 1945. Penyatuan Atau Penolakan Malaya,Borneo Dan Timor-Timur Lebih Gampang Diambil Kesepakatan Bahwa Akan Dilepaskan Dari Pada Tentang Papua Menjadi Perdebatan Sengit. Soekarno Mati-Matian Mempertahankan Papua Sebagai Bagian Dari Wilayah Indonesia Yang Akan Dimerdekakan Dengan Alas An Sejarah Dan Geopolitik. Karena Belum Mencapai Kata Sepakat, Diadakanlah Voting Dari 66 BPUPKI Yang Hadir. Beberapa Argumentasi Mohamad Hatta Pada Tanggal 11 Juli 1945 Adalah Sbb:
1.      Hatta Menolak Pendapat Moh. Yamin Bahwa Bangsa Papua Secara Etnologis Termasuk Bangsa Indonesia. Hatta Berpendapat Bahwa Bangsa Papua Adalah Bangsa Melanesia.
2.      Untuk Menentukan Wilayah Indonesia Yang Dimerdekakan, Hatta Menolak Dengan Tegas Memasukan Papua Dalam Negara Merdeka Yang Akan Dibentuk. Hatta Mengatakan:
“ Saya Sendiri Ingin Menyatakan Bahwa Papua Sama Sekali Saya Tidak Pusingkan, Bisa Diserahkan Kepada Bangsa Papua Sendiri. Saya Mengakui Bahwa Bangsa Papua Juga Berhak Menjadi Bangsa Yang Merdeka, Akan Tetapi Bangsa Indonesia Buat Sebentara Waktu, Yaitu Dalam Beberapa Puluh Tahun, Belum Sanggup, Belum Mempunyai Tenaga Cukup, Untuk Mendidik Bangsa Papua Sehingga Menjadi Bangsa Yang Merdeka.
3.      Hatta Dalam Membantah Pandangan Abdul Kaffar Yang Berpendapat Bahwa Perebutan Papua Dengan Tumpahan Darah Untuk Mengusir Imperialisme Barat, Ia Menegaskan” Janganlah Kita Memikirkan Diri Kita Sendiri, Tentara Nippon Mengusir Imperialisme Di Papua, Salomo, Dan Daerah Lain Dengan Tumpah Darah.” Hatta Kemudian Menandaskan “ Tuntutan Kita Dulu Tidak Lebih Dari Pada Indonesia Atau Dari Pada Hindia Belanda Dulu. Ketika Duduk Dalam Perhimpunan Indonesia, Saya Sendiri Mau Mengurangi Daerah Itu.
4.      Hatta Menegaskan:” Bagian Papua, Saya Serahkan Kepada Orang Lain. Akan Tetapi Pemerintah Nippon Memberikan Papua Yang Dulu Di Bawa Pemerintah Belanda Kepada Indonesia, Saya Tidak Keberatan, Hanya Saya Tidak Menuntutnya Dan Kalau Sekiranya Bagian Papua Itu Ditukar-Tukar Dengan Borneo Utara, Saya Tidak Berkeberatan, Malah Bersyukur,Karena,Seperti Saya Katakana Dahulu, Saya Tidak Minta Lebih Daripada Tanah Air Indonesia Yang Dulu Dijajah Oleh Belanda, Tetapi Kalau Ditukar Memang Merupakan Satu Kebetulan.
5.      Menurut Hatta Tanah Papua Bukan Hak Kita Otomatis, Tetapi Harus Diserahkan Penguasa Saat Itu, Yakni Nippon. Hatta Menegaskan Lagi; “ Bagi Saya Sendiri Tidak Ada Keberatan, Kalau Tanah Papua Diberikan Kepada Kita”
6.      Pada Akhir Menjelang Voting, Hatta Melakukan Interupsi Dan Menegaskan Bahwa Batas Wilayah Negara Indonesia Adalah, Hindia Belanda Dahulu Ditambah Malaka Dipotong Papua.

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

Popular Posts

 
Copyright © 2015 H. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger