''
Wamena Adalah Surga Bagi Dunia''
Rasa
Rinduh Akan Lembahku Yang Selalu Ku Rindukan, Malam Ini Roh Ku Mengajak Jiwaku
Tuk Pergi Meninggalkan Kebisingan Kota Ini. Terbang Bersama Agin Malam Ini,
Pergi Ke Firdaus Lembahku Baliem.Jika Ada Waktumu Silakan Membaca, Petualangan
Ku Di Malam Ini.
Disana
Dusun, Tempat Bermukin Orang-Orang Berkoteka Yang Sederhana, Dibawah Kaki
Gunung, Terbentang Luas Lembah Dari Utara Ke Selatan, Mengalir Kali Tenang Dan
Deras, Melewati Perkampungan Masyarakat Yokal Dan Holim.
Gren
Valley Pernah Disebut Oleh Seorang Expedisi Pertama Berkebangsaan Amerika.
Padang Hijau Itu Terbentang Menghiasi Lembah. Tanda Garis-Garis Terlukis Indah
Di Badan Lemba Yang Rapih, Bukit-Bukit Terlihat Terang Daun-Daun Muda Yang
Hijau. Langit Terang Selalu Tersipu Malu Kala Dilihat Dari Lorong Kaki Gunung
Dan Bukit. Senyumnya Membuat Lembah Abadi Ini Memberi Rumah Yang Aman Bagi
Manusia Yang Mendiami Lembah.
Embun
Pagi Membawa Kelegahan Bagi Mahkluk, Awan Kembali Pulang Menyelimuti Lereng
Pegunungan Yang Mengelilingi Lembah. Mereka Bersahabat Dan Saling Mengerti Dan
Memahami, Bagaimana Memberi Hormat Dan Cintah.
Pegunungan
Yang Menjadi Tempat Naungan Bagi Manusia Sederhana, Pegunugan Melindungi Mereka
Dari Hujan Dan Badai. Memberi Sumber Air Yang Baik Bagi Kehidupan. Komunitas
Ikan Dan Udang Akan Mendiami Di Setiap Kali
Kecil Dan Besar. Dibalik Batu Yang Indah Udang Bersembunyi Dari Langit Yang Selalu Tersipu Malu Karena Bangga Akan Keindahan. Ikan-Ikan Mencoba Berenang Melawan Arus Kali Yang Mengalir Lembut. Air Memberi Irama Yang Indah Nan Tenang Tentang Kisah Perjalanan Menuju Ke Hilir, Batu Dan Kayu Di Kali Mencobah Membatu Air Untuk Terus Bernyanyi Hingga Ke Hilir.
Kecil Dan Besar. Dibalik Batu Yang Indah Udang Bersembunyi Dari Langit Yang Selalu Tersipu Malu Karena Bangga Akan Keindahan. Ikan-Ikan Mencoba Berenang Melawan Arus Kali Yang Mengalir Lembut. Air Memberi Irama Yang Indah Nan Tenang Tentang Kisah Perjalanan Menuju Ke Hilir, Batu Dan Kayu Di Kali Mencobah Membatu Air Untuk Terus Bernyanyi Hingga Ke Hilir.
Alam
Di Lembah Itu Menjadi Rumah Bagi Setiap Insan Yang Mendiami Disetiap Lereng,
Tikungan, Padang Rumput, Dan Setiap Kali Yang Mengalir, Rasa Bangga Menjadi
Warga Di Lembah Itu. Saling Menghargai Adalah Hukum Yang Mereka Kenal; Antara
Langit, Gunug, Bukit, Sunggai, Lembah, Dan Penghuni Disetiap Tempat.
Dikala
Senja Hari Tibah, Mata Hari Masuk Di Balik Gunug Popowa, Semua Akan Terasa
Hening Dan Tenang. Gelora Agin Kurima Menyapa Setiap Insan Yang Ada Di Darat
Dan Sunggai, Selamat Beristirahat Sapahnya Bagi Semua. Cemara Yang Tinggi
Mencoba Untuk Membantu Agin Untuk Terus Bernyayi Irama Yang Indah Di Tengah Keheningan
Tuk Melepaskan Lelah Mengantar Setiap Insan Untuk Masuk Dalam Peraduan Malam.
Awan
Malam Lekas Turun Dari Balik Gunung Dan Bukit Menjemput Sahabatnya Yang Sedang
Lelah Dari Seharian Yang Penuh Kelelahan. Mencium Setiap Kening, Dari Kali Yang
Mengalir, Dedaunan Yang Sedang Terlelap Dalam Keheningan Malam. Menyelimuti
Sepanjang Malam Hingga Pagi Hari Tiba Bagi Setiap Habitat Dan Habitus.
Kicauan
Burung Bernyayi Merdu Membangukan Setiap Insan Di Pagi Hari. Dedaunan Terbagun
Dari Agin Pagi, Sepoi-Sepoi Memberi Rasa Dingin Yang Mencekam Dari Tidur Malam
Hingga Pagi Hari.
Mentari
Pagi Nampak Dari Balik Gunung Lisuwa, Memberi Kehangatan Bagi Setiap Tubuh Yang
Terasa Dingin. Mereka Semua Bersiap Untuk Pergi Ketempat Mereka Bekerja Seiring
Datangnya Sang Fajar Dari Ufuk Timur. Burung Beterbangan Jauh Meninggalkan
Keluarga Yang Dicintainya, Mencari Makan Kesuatu Tempat Yang Menyedikan Sumber
Makanan Yang Cukup.
Lembah
Itu Didiami Oleh Suku Assolokobal,Mukoko, Inyaierek, Ohena, Hubula,Huby Kosy,
Hubykiak, Witawaya, Yang Sering Disebut Ap Hubulama.
Kirannya
Sekian Kisa Cintaku Bersama Alam Lembah Baliem Sampai Jumpa Di Lain Waktu
Salam Dalam Tuhan Sang Pemberi Damai Di Lembah Nurani.
Salam Dalam Tuhan Sang Pemberi Damai Di Lembah Nurani.
Posting Komentar